≡ Menu

Cara Merawat Miss V agar Cerah dan tidak Berbau

Sudah menjadi kodratnya bagi semua wanita di dunia ini untuk selalu menjaga dan merawat bagian tubuhnya, mulai dari wajah, kulit, rambut, kuku, dan sebagainya. Hanya saja, ada bagian yang kerap mereka lupakan, yaitu organ intim atau yang biasa disebut miss V. Apalagi, bagian ini hampir sama dengan bagian tubuh lainnya, di mana masalah penuaan juga bisa terjadi.

Baca juga: Berbagai jenis baju untuk hubungan suami istri

Cara Merawat Miss V

Miss V merupakan area yang paling lembap jika dibandingkan dengan area yang lainnya. Kondisi inilah yang kemudian membuat area tersebut rentan akan infeksi jamur dan bakteri. Jika sudah demikian, maka berbagai masalah yang menyangkut kesehatan organ intim akan bermunculan, mulai dari bau, becek, hingga masalah-masalah medis serius lainnya.

Nah, agar area keintimanmu bisa tetap terjaga kesehatannya, maka mulailah membiasakan diri untuk merawatnya dengan cara berikut:

1. Membersihkan Miss V

Membersihkan miss V bukan hanya mengenai bagaimana kamu menggunakan produk yang mahal atau seberapa rutin kamu melakukannya, namun kuncinya adalah bagiamana cara kamu dalam melakukannya. Pastikan kamu membersihkan miss V dengan menyiram menggunakan air bersih dari arah depan ke belakang minimal 2-3 kali siraman, sehingga kontaminasi dari bakteri jahat yang ada di bagian anus tidak menyebar ke area miss V.

Setelah itu, pastikan untuk mengeringkan dengan menggunakan handuk yang steril atau dengan tisu yang tidak mudah sobek. Sama seperti saat membersihkan, usahakan agar gerakan dalam mengeringkan ini juga dilakukan dari arah depan ke belakang.

2. Sabun Khusus Kewanitaan

Pada dasarnya, cara merawat miss V itu sudah bisa dilakukan dengan menggunakan air bersih saja. Hal ini mengingat area ini memiliki tingkat pH yang harus terjaga dalam kisaran tertentu, yaitu 3,5-4,5. Penggunaan sabun dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan tersebut yang kemudian memicu munculnya bau tidak sedap, iritasi, hingga infeksi.

Gunakan sabun khusus kewanitaan

Gunakan sabun khusus kewanitaan

Namun jika kamu merasa perlu untuk menggunakan sabun, maka gunakanlah sabun yang memang khusus untuk daerah kewanitaan. Jika perlu, bilas menggunakan air hangat sehingga tidak meninggalkan jejak sabun.

Adapun dalam pemilihan sabun, kami merekomendasikan untuk menghindari sabun dengan kandungan deterjen dan wewangian, karena zat aktifnya bisa membunuh bakteri baik yang berujung pada masalah keputihan. Cobalah menggunakan sabun yang berbahan lembut, memiliki kadar keasaman atau pH yang tepat, serta dibuat dari bahan-bahan alami seperti ekstrak daun sirih dan susu.

Perlu diketahui bahwa pH miss V itu memiliki nilai yang cenderung mengarah peada sifat asam, sementara sabun mandi umumnya memiliki pH yang mengarah ke sifat basa. Maka dari itu, hindari penggunaan sabun mandi untuk membersihkan area keintiman kamu, karena bisa membunuh flora alami yang bertugas untuk menjaga keseimbangan dari ekosistem miss V itu sendiri.

3. Hindari Kondisi Lembap

Sebelum kamu mengenakan celana, maka pastikan kondisi miss V memang sudah benar-benar kering. Pasalnya, mengenakan celana dalam kondisi miss V yang masih basah, hanya membuat kelembapannya tertahan untuk waktu yang lama sehingga resiko terkena serangan jamur kulit meningkat.

Jauhi kondisi miss V lembap

Jauhi kondisi miss V lembap

Apapun alasannya, entah karena kamu terburu-buru, selalu pastikan bahwa kamu mengenakan celana hanya pada saat miss V sudah benar-benar kering.

4. utin Mengganti Celana Dalam

Cara merawat miss V selanjutnya dalah dengan rutin mengganti celana dalam. Jika memungkinkan, 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah mandi, dan juga pada sore hari setelah mandi atau setelah kamu mengakhiri aktivitas. Hal ini sangatlah penting mengingat celana dalam yang terlalu lama digunakan bisa menjadi tempat yang sangat nyaman bagi bakteri dan jamur dalam berkembang biak. Kondisi seperti inilah yang biasanya menimbulkan rasa gatal pada area miss V.

Jangan lama-lama menggunakan celana dalam

Jangan lama-lama menggunakan celana dalam

Di sisi lain, miliki pemahaman dalam memilih celana dalam yang “bersahabat” bagi miss V, misalnya dalam urusan bahan. Celana dalam yang berbahan katun merupakan pilihan terbaik, sementara bahan nilon atau polyester tidak dianjurkan karena kemampuannya yang buruk dalam menyerap keringat. Agar kemungkinan terjadinya iritasi itu bisa diminimalkan, maka hindari pula celana dalam yang memiliki sudut jahitan yang tajam.

Tidak sampai di situ, kamu juga harus menghindari kebiasaan untuk bertukar celana dalam, sekalipun itu adalah saudara kamu sendiri. Kebiasaan seperti inilah yang bisa memudahkan area miss V terserang bakteri atau jamur yang terlanjur menempel di celana orang lain.

5. Cerdas Menggunakan Pembalut

Saat kamu sedang mengalami menstruasi, maka cobalah untuk rutin mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali. Jika menstruasi yang kamu alami terbilang sangat intens, maka ganti pembalutmu setiap 2 jam sekali. Cara merawat miss V yang satu ini mungkin tedengar sangat merepotkan, terlebih lagi jika kamu termasuk wanita dengan tingkat kesibukan yang sangat tinggi.

Namun bagaimanapun juga, pembalut merupakan media yang sangat mendukung dalam perkembangbiakan jamur dan bakteri, sehingga harus rutin untuk diganti. Jadi, cobalah untuk selalu membawa pembalut ke manapun kamu pergi.

6. Hindari Toilet yang Kotor

Kebersihan toilet juga menjadi elemen yang penting dalam menjaga kesehatan miss V, utamanya toilet umum. Bagaimana tidak, toilet yang bersifat umum itu merupakan sarang dari bakteri dan kuman, di mana perpindahannya bisa terjadi dengan mudah. Maka dari itu, pastikan untuk memperhatikan kebersihan dari toilet sebelum kamu menggunakannya.

Biasakan untuk menyiramnya terlebih dahulu. Jika kamu memang tidak yakin dengan kebersihan toilet tersebut, dan tidak ada pilihan lain, maka gunakanlah tanpa harus duduk atau paling tidak minimalkan kontak dengan toilet tersebut. Hal ini memang sangat menyusahkan, namun demi kesehatan miss V, maka kamu harus membiasakannya.

7. Kebersihan Setelah Berhubungan Intim

Cara merawat miss V yang satu ini ditujukan khusus bagi mereka yang sudah berkeluarga. Jadi, setelah kamu melakukan hubungan intim, pastikan untuk langsung mencuci area kewanitaanmu, sehingga kebersihannya bisa tetap terjaga. Jangan membiasakan untuk menunda, karena sama saja dengan memberikan waktu bagi bakteri untuk menyebar.

Pastikan pula untuk mengetahui kesehatan dari pasanganmu. Penting untuk mengetahui bahwa pasanganmu tidak mengidap penyakit kelamin yang bisa menular. Sekalipun terdengar mengintimidasi, namun hal ini bertujuan untuk kesehatanmu dalam jangka panjang.

8. Pola Makan

Selain dari luar, kamu bisa juga merawat miss V dari dalam lewat pengaturan pola makan yang lebih seimbang. Bagaimanapun juga, segala sesuatu yang kamu makan itu akan mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk untuk area keintiman.

Menjaga kebersihan setelah berhubungan

Menjaga kebersihan setelah berhubungan

Jadi mulai dari sekarang, perbanyaklah konsumsi makanan yang bergizi dan bervitamin, termasuk untuk waktunya yang harus teratur. Begitu juga dalam urusan minum. Kamu harus bisa memenuhi kebutuhan cairan yang berkisar antara 8-10 gelas air setiap harinya.

Baca juga: Pola makan yang sehat dan tepat

***

Pada dasarnya, merawat dan menjaga kesehatan dari miss V bukanlah hal yang sulit, semuanya hanya berawal pada pola dan kebiasaan saja. Nah, untuk mendapatkan manfaatnya, maka cobalah cara merawat miss V di atas secara rutin dan benar.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment