≡ Menu

Nyata! Cerita Pemburu Celana Dalam Bekas Wanita

Belakangan ini, para pemburu celana dalam atau CD bekas wanita mulai muncul di jejaring sosial, bahkan ada sebuah komunitas bernama “celdamers” yang memberlakukan sistem membership.

Mereka membebankan biaya 12 ribu untuk setiap membernya dimana selanjutnya mereka diberikan hak untuk mengakses berbagai macam jenis, rupa, serta foto dari bekas pemilik celana dalam tersebut.

Selain itu, ada semacam tulisan mengenai historikal dari celana dalam bekas itu sendiri yang tentunya menjadi sebuah sensasi tersendiri.

Meskipun hobi yang tergolong sensitif dan memalukan ini mulai marak di Facebook, namun tak sedikit membernya yang hanya sekedar iseng atau main-main saja. Namun ada pula beberapa member yang menganggap kebiasaan ini sebagai sesuatu yang serius dan harus ditekuni.

Celana dalam bekas wanita

Celana dalam bekas wanita

Cerita “Adi”, Pemburu CD Bekas

Saat ini, beberapa anggota dari komunitas “celadamers” malah sudah membentuk beberapa komunitas-komunitas kecil lagi. Mereka akan berkumpul sesuai dengan wilayah masing-masing, lalu saling berbagi informasi dan juga cerita mengenai celana dalam.

Daerah seperti Bogor, Bekasi, bahkan Bandung terbilang memiliki banyak anggota, tak ketinggalan pula anggota wanitanya.

Salah satu diantara anggota tersebut, sebut saja namanya Adi, Adi mengaku sering bermasturbasi dan memiliki imajinasi sedang berhubungan intim dengan sang pemilik celana dalam bekas tersebut. Mencengkram celana dalam tersebut diakuinya bisa membuat birahinya menggelegak dan jantungnya berdebar keras.

Ia sendiri memiliki celana dalam bekas andalan, yaitu dari seorang janda yang didapatkan dari sebuah butik di Jakarta.

Awalnya, ia menjalin hubungan gelap dengan janda beranak satu tersebut yang kemudian dilakukan hingga ke tempat tidur. Setelah itu, ia akhirnya memberanikan diri untuk meminta celana dalamnya dengan alasan sebagai pengobat rindu.

Adi sendiri mengakui memiliki puluhan celana dalam bekas wanita yang hampir semuanya memiliki kisah tersendiri. Bahkan ada beberapa yang memang sengaja ia beli dari para wanita di Facebook. Harganya pun bervariasi, bisa hingga 50 ribu tergantung dari kondisinya.

Pencuri celana dalam wanita

Pencuri celana dalam wanita

Setiap celana dalam tersebut memiliki bau berbeda-beda sehingga sensai yang ditimbulkan juga berbeda. Wangi dari celana dalam itu sendiri bisa menimbulkan imajinasi terhadap pemiliknya.

Hingga saat ini, Adi mengaku masih sering berburu celana dalam wanita yang sesuai dengan seleranya. Ketika celana dalam wanita pujaanya didapatkan melalui perjuangan yang berat, maka nafsu birahinya bisa ikut memuncak.

Bukan hanya Adi, seorang pria sebut saja Aan, juga mengaku sering bermasturbasi sembari menggunakan celana dalam bekas. Hal ini diakui bisa membuat penisnya lebih tegang jika bersentuhan dengan celana dalam bekas tersebut.

Pikirannya bisa terhipnotis dengan mudah saat menggunakan celana dalam yang ketat dan berukuran kecil yang kemudian membawanya kepada bayang-bayang sang pemiliki celana dalam tersebut.

Cara ini dianggapnya lebih enak dan menjadi hal yang baru jika dibandingkan dengan berhubungan intim dengan wanita. Aan sendiri mendapatkan koleksi celana dalam dengan memburunya di jemuran kost-kostan wanita di sekitar Jakarta Pusat.

Awalnya, ia akan mempelajari wanita yang tinggal di kostan tersebut. Setelah itu, ia akan menyamar sebagai petugas untuk memeriksa meteran air atau listrik. Bahkan Aan mengaku pernah menyamar sebagai petugas sensus, sehingga ia bisa mendapatkan informasi yang lebih detil mengenai wanita tersebut.

Laporan pencurian celana dalam wanita

Laporan pencurian celana dalam wanita

Berbeda dengan Jepang, celana dalam bekas wanita di Negara ini diperjual belikan secara terorganisir dan lebih profesional. Celana dalamnya pun dibungkus secara rapi lalu dijual secara online. Bahkan tak jarang disertai dengan foto dari pemiliknya.

Andi Sugiarto, seorang ahli seks menyebut perilaku seperti ini sebagai sebuah penyimpangan seksual yang memiliki istilah fetish.

Para penderitanya mengalami semacam kelainan jiwa, dimana mereka mengoleksi pakain dalam agar bisa melakukan kegiatan seksual. Ada beberapa penyebab sehingga hal ini bisa terjadi, dimana umumnya dialami ketika melewati masa puberitas.

Secara umum, penderitanya akan bersikap lebih tertutup. Sementara di sisi lain, masalah ini hanya bisa disembuhkan jika penderitanya ingin membuka dirinya. Hal ini terbilang sangat sulit untuk dilakukan mengingat pengidapnya memang tidak pernah mau membuka dirinya, bahkan dengan pasangannya sekalipun.

Untuk fetish dalam kategori berat, pengidapnya akan mencuri celana dalam lalu bermasturbasi secara diam-diam dan akan dilakukan secara terus menerus. Untuk mereka yang mengalami fetish dalam kategori ringan, mereka hanya akan meraba atau mencium celana dalam dari pasangannya ketika berhubungan intim saja.

**

Perlu dipahami bahwa munculnya komunitas ini lebih dikarenakan adanya obsesi ataupun pola pikir yang berlebihan terhadap bagian tubuh atau benda dari lawan jenisnya. Untuk itu, penting agar bisa mengontrol pola pikir sehingga komunitas celana dalam bekas wanita tidak menjadi sesuatu yang menjamur.

{ 2 comments… add one }
  • adihercules2 Saturday, 15 October 2016, 01:25

    waahh mantappp

  • agus suherman Monday, 21 September 2015, 02:40

    mau dong

Leave a Comment