≡ Menu

4 Pola Asuh Anak Dalam Keluarga yang Wajib Diketahui Orang Tua

Pada dasarnya, pola asuh anak itu tidak ada yang mengikat, karena semuanya harus disesuaikan terhadap kondisi keluarga itu sendiri, baik secara kultural, ekonomi, dan lain sebagainya.

Namun satu hal yang pasti, pola asuh itu harus benar-benar memprioritaskan kebutuhan sang anak, agar kelak ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bisa berbaur di dalam lingkungan masyarakat.

Pola Asuh Anak Dalam Keluarga

Pola Asuh Anak Dalam Keluarga – Jika Anda termasuk pasangan orang tua yang masih bingung dalam memilih cara yang sesuai untuk mengasuh anak, ada beberapa pola pengasuhan yang umum di Indonesia yang mungkin bisa Anda pertimbangkan, seperti:

Baca juga:

Pola Asuh Agamis

Ini merupakan pola asuh yang fokus untuk menanamkan nilai-nilai moral serta berpegang teguh pada agama. Pola asuh seperti ini bukan hanya banyak ditemui di Indonesia saja, namun juga hampir di semua negara-negara Timur.

Salah satu kekuatannya adalah landasan agama yang mampu memperkuat iman anak-anak sehingga kelak ia bisa menggunakannya sebagai tameng dalam menghadapi pergaulan bebas.

Umumnya, polah asuh agamis ini sangat sering diterapkan oleh para orang tua yang tinggal di kota-kota besar namun tidak terlalu metropolis.

Lingkungan yang masih bersifat konservatif dianggap cukup membantu untuk mengembangkan pendidikan agama di tengah-tengah keluarga.

Pola Asuh Lebih Dari Orangtua

Sebuah pola asuh di mana orang tua selalu mendidik anak-anaknya agar bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih sukses dari orang tuanya. Biasanya, pola asuh ini diterapkan oleh keluarga kelas menengah ke bawah, utamanya di pedesaan.

Alasannya karena para orang tua tidak ingin anak-anaknya kelak merasakan kesusahan seperti apa yang sudah mereka alami. Hanya saja, pola asuh seperti ini terkadang bisa membuat orang tua terlalu mengekang anak-anaknya karena ada semacam target yang harus dicapai.

Namun jika diterapkan dengan takaran yang pas, maka pola asuh seperti ini sangat mungkin menghasilkan anak-anak yang sukses.

Pola Asuh Aktif-Progresif

Pola asuh anak dalam keluarga yang satu ini sangat fokus terhadap pengembangan toleransi antar sesama. Umumnya, pola asuh aktif-progresif ini berlaku secara turun-temurun dan sangat sering dijumpai di kalangan ningrat.

Dengan metode seperti ini, anak-anak selalu diajarkan agar menghormati semua orang yang lebih tua darinya. Adapun rasa hormat yang diajarkan tersebut mencakup segala aspek, mulai dari tutur kata hingga perilaku.

Bisa dibilang pola asuh seperti ini tergolong kaku, terutama untuk anak-anak yang sudah sangat akrab dengan modernitas. Namun sangat efektif untuk menciptakan anak-anak yang menjunjung tinggi norma dan nilai-nilai kesopanan.

Pola Asuh Bebas

Sebuah pola asuh yang menititberatkan kebebasan serta kemandirian kepada anak-anaknya. Lewat metode ini, sang anak diberikan kesempatan untuk mencari dan menentukan jati dirinya. Bisa dibilang, ini merupakan pola asuh yang diserap dari budaya Barat.

Sisi baik dari pola asuh seperti ini adalah anak-anak bisa lebih bebas untuk mengekspresikan dirinya. Hanya saja, kebebasan yang diberikan tersebut bisa menjadi sebuah blunder karena kontrol dari orang tua yang tidak terlalu ketat.

Namun jika pola asuh ini bisa diterapkan secara tepat, maka sangat mungkin untuk menciptakan sosok anak yang berkarakter dan berkepribadian menarik.

Umumnya, pola asuh bebas diterapkan oleh para orang tua yang tinggal di kota metropolis yang sudah berbaur dengan globalisasi dan modernitas.

***

Hingga saat ini, sejumlah pola asuh anak di atas masih sering menjadi perdebatan, utamanya mengenai mana yang lebih baik.

Tentu saja berbagai tipe pola asuh tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membentuk dan menciptakan anak-anak yang berkepribadian baik.

Nah, kini tinggal tugas Anda sebagai orang tua untuk menentukan manakah pola asuh yang sesuai untuk diterapkan. Adapun pola asuh anak dalam keluarga yang kami berikan ini tidaklah bersifat mengikat, karena semuanya bisa disesuaikan dengan kebiasaan serta kondisi keluarga Anda.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment