≡ Menu

Ketahui Seberapa Siap Kamu Siap Menikah dengan 10 Tanda Berikut

Menikah memang bukan perkara yang mudah.

Ya, hal sakral yang diharapkan menjadi moment sekali dalam seumur hidup ini memang perlu dipikirkan matang-matang terlebih dulu.

Bisa dibilang, bahwa pernikahan sama halnya dengan menjalin sebuah proses kerja sama dengan pasangan agar bisa tumbuh sehingga bisa berkembang bersama seumur hidup.

Hal ini pun tak lepas dari banyak hal yang harus dipikirkan secara serius mulai dari tempat tinggal, anak, masa depan dan lain sebagainya.

Memang, untuk perkara menikah tidak ada patokan yang mengharuskan seseorang harus menikah diusia yang berapa. Karena hal ini tergantung pada kesiapan pada masing-masing orang serta kemampuan orang tersebut berkomitmen dengan pasangannya.

Apabila memang belum yakin dengan kesiapan kamu, cek saja beberapa tanda bahwa orang sudah menikah berikut.

Pernikahan

Pernikahan

1. Mempunyai Rencana Jangka Panjang Serta Berusaha Untuk Mewujudkannya

Tanda pertama bahwa kamu sudah dapat dinyatakan siap menikah bahwa: kamu sudah mempunyai rencana yang kuat baik itu rencana untuk sukses atau tidak.

Rencana ini akan menunjukan bahwa diri kamu tidak takut bermimpi. Sehingga apabila kamu mempunyai bayangan mengenai bagaimana masa depan kamu kelak, kamu pun tak perlu khawatir lagi untuk kedepannya.

Terlebih jika jika masa depan yang ingin dicapai tersebut bersama dengan pasangan hidup kamu.

2. Kamu Merupakan Pendengar yang Baik dan Tak Takut Untuk Berkomitmen

Apakah kamu sudah bisa mendengarkan masukan dengan bijak?

Apabila belum bisa, maka kamu bisa mengurungkan niat kamu untuk menikah terlebih dulu.

Kemampuan untuk bisa mendengarkan dan bisa menerima masukan merupakan pertanda bahwa kamu dan menyadari bahwa diri kamu juga mempunyai kekurangan, tidak selalu dalam keadan benar dan terus selalu ingin belajar.

Jika kamu memang merasa benar, apakah kamu juga bisa menghargai pasangan kamu?

Ingatlah, bahwa kompromi menjadi salah satu tanda nyata kamu bisa memiliki kepedulian terhadap pasangan kamu.

3. Pernah Merasakan Jatuh Cinta dan Dikecewakan

Dalam pengalaman mencintai dan dicintai sampai kamu merasakan sakit hati memang tidak menjamin kelanggengan sebuah hubungan.

Namun, paling tidak hal tersebut bisa dijadikan satu pelajaran sehingga kamu bisa mengurangi resiko untuk mengulang kisah cinta yang sama.

Hal ini bukan berarti kamu harus mempunyai banyak mantan pacar.

Karena hal ini berkaitan dengan sejauh mana pelajaran cinta yang kamu kuasai juga hubungan pernikahan yang sudah mampu kamu pelajari hingga saat ini.

Bahkan dengan menjadi tempat curhat dan berbagai bagi teman-teman kamu saja ternyata bisa menjadi tanda bahwa kamu bisa memahami kondisi pada sebuah hubungan.

4. Merasa Pasangan kamu Adalah Pasangan Yang Tepat

Di tahapan ini, kamu sudah tidak lagi membayangkan ada yang lebih dari pasangan kamu.

Kamu pun juga menyadari bahwa mungkin ada seseorang yang lebih baik dari pasangan kamu. Misalnya saja lebih mapan maupun lebih bagus dari segi fisiknya.

Akan tetapi, untuk masalah hidup bersama dan selama-lamanya kamu pun sudah tidak lagi membayangkan ada yang lebih bisa memahami diri kamu lebih dari dirinya.

5. Menganggap Bahwa Pernikahan Bukanlah Sebuah Tekanan, Melainkan Tantangan Baru Yang Menyenangkan

Saat kamu membaca janji pernikahan, kamu sudah tidak lagi berpendapat bahwa kamu sudah tidak bisa melakukan segala hal, misalnya ber-traveling seperti seperti hobi kamu sebelumnya.

Kamu akan menganggap bahwa pernikahan menjadi sebuah anugerah dan juga sebuah tantangan menarik yang ingin kamu lalui bersama pasangan.

Kamu pun juga sepenuhnya sadar bahwa kelak dalam pernikahan akan ada banyak rintangan yang akan menghadang, sehingga hal ini bisa dijadikan pembuktian kuatnya hubungan yang sedang kamu jalani. Kalian juga tidak takut untuk berkomitmen agar saling setia bersama dalam suka maupun duka.

6. Kamu Mulai Bisa Menata Uang dan Menabung Dengan Baik

Menata uang dan menabung menjadi kemampuan lain yang juga penting dibutuhkan agar bisa menjamin keluarga yang nantinya akan kamu bina paling tidak secara finansial. Bukan masalah besar maupun kecil pemasukan kamu, akan tetapi lebih pada bagaimana kamu bisa mengatur keuangan keluarga kamu.

Tak hanya itu saja, bahkan kamu dituntut untuk bisa memprioritaskan mana yang lebih penting untuk didahulukan untuk masalah keuangan.

7. kamu Bisa Menerima Segala Kekurangan Pasangan

Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan pasangan kamu. Kamu dan pasangan kamu diciptakan tidak sempurna. Agar bisa menyadari bahwa pada diri kalian ini saling membutuhkan satu sama lain.

Sehingga apabila kekurangan pada diri kamu ingin diterima, maka sebaiknya kamu pun juga harus bisa menerima kekurangan pada pasangan kamu.

Selain itu, tanda lainnya yaitu kamu tak perlu malu-malu menutupi kekurangan di diri kamu. Bahkan, pasangan kamu sudah bisa menerima kekurangan tersebut dengan sepenuhnya. Begitu pula dengan diri kamu. Kamu berdua juga sudah merasakan bahwa tidak perlu lagi untuk membohongi diri kamu sendiri.

8. Rela Dengan Sepenuh Hati Untuk Meletakkan Kebahagian Pasangan Di Atas Kebahagian kamu

Saat kamu berpikir bahwa kebahagian pasangan merupakan bentuk dari kebahagian kamu juga. Dan tanda tersebut kemungkinan bias menjadi salah satu ciri bahwa kamu sudah siap untuk menjalin sebuah pernikahan yang lebih serius yaitu pernikahan.

Kamu sudah tidak lagi fokus dengan diri kamu sendiri melainkan sudah kepada bagaimana mendatangkan kebahagian pada diri kalian berdua.

9. kamu bisa Menjadi dan Berusaha Menjadi Yang Terbaik

Apabila kamu merasa lebih sering galau, malas dan terpuruk bersama dengan pasangan kamu kemungkinan kamu masih belum pantas untuk ke tahap pernikahan. Hadirnya pasangan sendiri menjadi salah satu bentuk anugerah bukannya menjadi sebuah beban untuk diri kamu.

Oleh karena itu, kebersamaan yang kamu jalin bersama dengan pasangan tersebut seharusnya justru bisa dijadikan motivasi supaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Dalam diri kamu akan selalu muncul motivasi agar bisa menjadi sosok yang lebih baik. Kalian berdua juga akan memperjuangkan hal tersebut sehingga persembahan cinta yang dihadirkan akan lebih harmonis.

10. Pastikan Bahwa Kondisi Emosional, Spiritual Serta Finansial Berjalan Stabil

Boleh dikatakan bahwa kestabilan yang dimaksud disini Adalah lebih terhadap bagaimana kamu bisa mengelola berbagai urusan sesuai dengan bidang dan kemampuan kamu.

Apakah kamu bisa membuat kondisi emosional, spiritual serta finansial berjalan dengan seimbang di kemudian hari?

Apabila jawaban “iya”, maka kamu boleh memutuskan untuk menikah. Akan tetapi jika kamu masih ragu dan jawaban tersebut sebaiknya pikir kembali kemauan kamu untuk menikah.

Bisa dilihat bahwa kamu stabil dalam kondisi emosional dan spiritual yaitu kamu bisa mengelola perasaan dengan baik seperti saat marah, kecewa maupun panik. kamu juga bisa bisa menjaga kondisi tersebut dengan sangat bijak tanpa merugikan orang-orang yang berada disekitar.

Sedangkan secara finansial, kamu bisa mengelola keuangan dengan baik. Ada pemasukan yang tetap setiap bulannya agar bisa memastikan terjaminnya keluarga kecil kamu.

Bagaimana, sudah adakah beberapa tanda siap menikah diatas pada diri kamu?

Terlepas dari kesepuluh tanda di atas, pastikan juga bahwa kamu dan pasangan mau terus belajar memperbaiki dan melengkapi satu sama lain ya.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.