≡ Menu

Tips Diet dan Menu Diet Untuk Anak Usia 7-9 Tahun

Usia 7 hingga 9 tahun tergolong sebagai usia yang rawan dalam hal kecukupan serta keseimbangan gizi. Hal ini dikarenakan mereka sedang ada dalam fase tumbuh cepat serta lebih aktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, mereka juga sudah cukup sulit diatur dalam hal pola makan.

Tips dan Menu Diet Untuk Anak

Makanan yang bergizi seimbang dan bervariasi sangat penting untuk anak-anak berusia 7-9 tahun. Berdasarkan Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang, angka kecukupan gizi untuk anak usia ini adalah 1900 kalori per hari.

Lantas, bagaimana caranya agar sang anak bisa mendapatkan angka tersebut secara seimbang dan bervariasi?

Baca juga: 6 Tips Menurunkan Berat Badan Untuk Anak-Anak

1. Kelengkapan Menu

Anak berusia 7-9 tahun dianjurkan mengonsumsi 8 golongan makanan, mulai dari nasi, sayur, buah, daging, tempe, susu, gula, dan minyak. Dari 8 golongan makanan tersebut, tidak ada yang penting atau tidak penting, karena semuanya penting.

menu diet untuk anak

Menu diet sehat dan bernutrisi
© Elena Schweitzer/depositphtos.com

Jadi, jangan terkecoh dengan anggapan bahwa tidak apa-apa jika sang anak tidak mengonsumsi salah satunya, asalkan ia sudah minum susu.

2. Porsi Makan

Untuk porsi makan, anak usia ini dianjurkan agar mendapatkan porsi sebagai berikut:

  • 4 porsi nasi
  • 3 porsi sayur
  • 3 porsi buah
  • 3 porsi tempe
  • 2 porsi daging
  • 1 porsi susu
  • 2 porsi gula
  • 5 porsi minyak.

3. Tidak Wajib Nasi

Pada dasarnya, diet untuk anak 7-9 tahun tidak harus selalu nasi. Jika ia memang tidak suka nasi, Anda bisa menggantinya dengan menu lain. Perlu diperhatikan bahwa 1 porsi nasi (100 gr/1 gelas) memiliki kandungan gizi sebanyak 40 gr karbohidrat dan 175 kalori.

Artinya, Anda bisa mengganti nasi dengan jenis makanan lain asalkan memiliki kandungan gizi serupa, seperti:

  • Kentang 2 butir
  • Roti putih 4 iris
  • Bihun kering 1 gelas
  • Ubi 1 butir
  • Makaroni kering 1 gelas
  • Mie kering 1 gelas.

Selain itu, jika ia sudah mengonsumsi 4 porsi nasi sehari, usahakan agar ia tak lagi makan mi ayam, mi rebus, atau cemilan berat lainnya.

4. Porsi Buah

Anak usia 7-9 tahun dianjurkan untuk mengonsumsi 3 porsi buah sehari. Untuk itu, pastikan meja di rumah Anda selalu terisi dengan beraneka ragam buah, mulai dari apel, pisang, semangka, jeruk manis, nangka, atau nanas.

menu diet untuk anak

Eating frash fruit
© Константин Юганов/depositphtos.com

Jika memungkinkan, penuhi kulkas di rumah Anda dengan aneka buah dan letakkan pada bagian yang mudah dijangkau oleh anak-anak.

5. Tempe dan Tahu

Tempe dan tahu juga wajib dimasukkan ke dalam menu diet untuk anak 7-9 tahun. Anak berusia ini dianjurkan mengonsumsi 3 porsi tempe sehari (50 gr/2 potong sedang). Untuk 1 porsi tempe, mengandung 3 gr lemak, 6 gr protein, 80 kalori, dan 8 gr karbohidrat.

Tempe itu sendiri bisa diganti dengan tahu, dimana 1 porsi tempe sama dengan 1 potong besar tahu (100 gr) atau 2 potong besar oncom (50 gr). Nah, jika sang anak tidak terlalu suka dengan tempe atau tahu, maka cobalah menghidangkannya lewat stik tempe atau schotel tahu.

6. Batasi Konsumsi Minyak

5 porsi minyak sehari adalah batas konsumsi dari anak usia 7-9 tahun. 1 porsi minyak itu sendiri setara dengan 1 sendok makan yang mengandung 5 gr lemak dan 45 gr kalori. Anda bisa menukar 1 porsi minyak tersebut dengan 5 gr mentega atau margarin.

Pastikan bahwa ia hanya mengoleskan mentega atau margarin pada rotinya secara tipis-tipis. Sedangkan jika ia sangat suka dengan makanan bersantan, maka siasati hal tersebut dengan menggunakan santan encer.

7. Batasi Konsumsi Gula

1 porsi gula adalah 10 gr atau 1 sendok makan. Di dalam 1 porsi gula terdapat 9 gr karbohidrat dan 37 kalori. Anda bisa menukar 1 porsi gula ini dengan 10 gr atau 1 sendok makan gula pasir, 15 gr madu, atau 15 gr sirup.

Adapun anak pada usia ini dianjurkan hanya mengonsumsi 2 porsi gula sehari. Jika ia termasuk anak yang suka dengan makanan manis, maka hidangkan secukupnya saja.

***

Nah, itulah beberapa menu diet untuk anak 7-9 tahun yang sebaiknya Anda perhatikan. Dengan membiasakan mengatur menu harian sang anak, maka sangat kecil kemungkinan ia akan mengalami obesitas atau kegemukan.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment